Bersedih boleh jangan larut

Seperti sebuah pohon yang ditinggalkan daun karena gugur. Tapi ia tak pernah bersedih, ia hanya terus tumbuh. Jikala ia larut dalam kesedihan yang panjang ia tak akan pernah bisa merasakan keindahan bunga yang mekar. Hingga kemudiam bermetamorfosis menjadi buah. Bukankah dengan begitu hidupnya bermanfaat.

Iklan

ARTI SUKSES

Sukses. Adalah kata yang banyak ditemui. Untuk sebuah pencapaian.

Bagaimana sukses menurut kalian.

Berhasil menyelesaikan suatu masalah?

Mendapatkan reward dari kerja keras?

Kerja berjalan dengan sempurna tanpa hambatan?

 

Lalu bagaimana anda menilai kesuksesan seseorang?

Banyak orang berbicara, “sekarang kamu sukses yaa udah punya rumah sendiri udah punya mobil.”

Mungkin itu salah satu sukses.

“Kamu sukses yaa, anak kamu juara kelas bertahan. gimana cara kamu mendidiknya?”

 

Menurut saya sendiri, sukses bukan hanya sebuah pencapaian tetapi juga diiringi proses yang tak mudah. Jika kita hanya menilai dengan hasil. Apakah semua itu bisa disebut sukses.

Bukankah memiliki anak cucu yang mendirikan sholat 5 waktu bisa dikatakan sukses. Tapi jarang orang menyebutnya, sukses.

Sebagai contoh, Anak bapak dan ibu Q menjadi juara kelas. Tetapi, saat ujian ia melakukan kecurangan. Apakah anak bapak dan ibu Q itu disebut sukses?

Dari pengalaman hidup, aku banyak belajar arti sukses.

Jadi tanamkanlah nilai proses sebagai kesuksesan kepada anak.

“Ibu lebih bangga kamu apa adanya. Dibanding kamu juara tetapi kamu berbuat curang.”

“Ibu tak pernah melarang apa yang kamu inginkan. Coba kamu pikir, ayah pasti punya alasan melarang pilihannya.”

Bukankah memiliki anak yang jujur, sholeh, peduli terhadap orang lain adalah kesuksesan bagi orang tuanya.

Sukses tidak hanya dari hasil pencapaian tetapi bagaimana prosesnya.

KERJA PERTAMA SETELAH DIPLOMA

cari kerja nggak gampang !!

kalo denger kata-kata ini saya mau bilang setuju

70%tapi nggak sampe 100% yaaa. kenapa saya setuju? Ya karena memang cari kerja itu susah-susah gampang. saya udah masukin lamaran dari juni sebelum sidang dimulai. sampe proses sidang – revisi – yudisium- wisuda terlewati tak ada satupun yang jadi rezeki. tapi dari semua itu, bukan berarti saya nggak diterima. karena dari sekian lamaran yang saya kirim, entah langsung ataupun lewat surel beberapa diantaranya ngasih saya harapan walaupun kecil. tapi berkat itulah saya dapat pengalaman luar bisa, bisa wawancara, belajar ketemu jobseker yang banyak banget.

ngomongi soal wawancara. wawancara itu sebenernya juga susah-susah gampang. kalo ada pengalaman dan persiapan mudah-mudahan aja lancar luncur terus keterima deh. waktu wawancara pertama ya bisa di bilang saya gagal. karena jawaban saya masih belepotan sekali.

sebelumnya, tepatnya tiga tahun yang lalu. saya pernah ikut wawancara dan di terima. tapi pertanyaan saat saya wawancara dulu lebih mengarah kebanyak apa yang ada di sekolah. jadi saat wawanara pertama ditahun ini. ya saya jadi heran 🙂

kok beda !!

dari kegagalan itu saya belajar, cari tahu tentang wawancara, semuanya. mulai dari pertanyaan, mimik, gerak muka, intonasi, penampilan, dan lagi persiapan sebelum hari H.

sempet diterima sampe training, tapi al-hasil nggak ada kabar lagi. apa akunya yang nggak lolos training atau gimana yaa. yaudah anggap aja aku nggak lolos training.

ngomongi masalah kerjaan, kerjaa ya aku lamar ya ngk muluk-muluk ya. ngak tinggi-tinggi amat. nggak rendah-rendah amat. ngk nargetin harus punya salary diatas 5jt, ngk gitu juga kaleee..

tapi tetep aja susah banget dapet kerja..

setelah sidang ada satu kali tes tertulis dan beberapa kali tes wawancara, tapi semunya belom rejeki..

ngomongi tes tertulis, tes tertulisnya cuma pengetahuan dasar aja. matematika, bahasa inggris, psikotes dan seputar perusahaan ataupun diri kita sendiri..

lumayan nambah pengalaman..

setelah wisuda, kejaannya makan-tidur-makan-tidur aja, udah bosen nih nganter lamaran. sebenernya bukan bosen sih. alasan paling tepat adalah uangnya habis buat ongkos kesana kemari. jadi manfaatin surel aja buat hemat biaya.

Hampir 2 minggu mengganggur setelah wisuda, akhirnya dapet panggilan lagi deh. nah kalo disini aku mau ngmng wawancaranya lancar luncur ngalir kayak air. mungkin karena pengalaman sebelumnya yaa, jadi ini wawancara ke 4 dari 5 wawancara yang ada.

oke wawancara lewat, terus tes tertulis deh. tes tertulisnya adalah desain sebuah brosur.

sempet pesimis dan nyerah, “desain segini mana bisa bersaing? udah deh pasrah aja rejeki ngk kemana” oke klik kirim lewat surel.

satu hari, nggak ada kabar…

hari kedua…

pagi, nggak ada kabar…

siang, begitu juga

“yaudah mungkin belum rejeki kali ya”

 

tring, kurang lebih jam tiga sore pesan surel masuk. katanya mau ngundang interview tahap 2. oke berangakat…

dan sampe interview ketiga, sebenernya ini bukan interview ketiga sih. tapi ngomongi masalah kontrak dan gaji…

soal gaji, aku sempet cukup nggak yaaa…

yaudah pasrah deh..

namanya fresh graduates, pengalaman minim..

yah jalanin aja dulu…

dan disinilah aku sekarang, admin tapi lebih suka aku sebut tukang desain..

weee, tukang desain….